Tuesday, February 2, 2016

Masalah – Masalah Pembangunan di Negara Berkembang dan Kebijakan untuk Mengatasinya



A.    Masalah – Masalah Pembangunan di Negara Berkembang

1.      Kemiskinan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) September 2015 jumlah penduduk miskin di indonesia bertambah menjadi sebanyak 28,59 juta orang, atau 11,22 persen dari jumlah penduduk Indonesia.
Dengan begitu, dibandingkan September 2014 di mana terdapat penduduk miskin sebanyak 27,73 juta orang atau 10,96 persen dari total jumlah penduduk, berarti terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 860.000 orang.
2.      Pengangguran
Kepala BPS Suryamin mengatakan jumlah pengangguran pada Februari 2015 mengalami peningkatan dibandingkan dengan Agustus 2014 sebanyak 210 ribu jiwa. Sementara jika dibandingkan dengan Februari tahun lalu bertambah 300 ribu jiwa.
3.      Tingkat inflasi yang tinggi
Inflasi merupakan kenaikan harga secara terus menerus dan berlaku secara umum. Tingkat inflasi di Indonesia masih tergolong tinggi. adanya tingkat inflasi yang tinggi tersebut dapat membuat perekonomian di Indonesia menjadi tidak stabil.
4.      Ketimpangan pendapatan
Ketimpangan pendapatan merupakan kesenjangan pendapatan yang terjadi di suatu negara. di negara Indonesia tingkat ketimpangan pendapatan masih tinggi
5.      Kerusakan sumber daya alam
Salah satu masalah yang berhubungan dengan lingkungan adalah rusaknya sumber daya alam. Kerusakan sumber daya tersebut dikarenakan aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh pabrik – pabrik besar yang melakukan proses intensifikasi usahanya dengan memperluas lahan produksi tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan alam.
B.     Kebijakan untuk Mengatasi Masalah Pembangunan

1.      Kebijakan Kontrol Populasi
Untuk mengatasi masalah pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, pemerintah melaksanakan program – program perencanaan keluarga dan mendorong para wanita untuk mengurangi tingkat fertilitas dan pertumbuhan populasi.
2.      Pemberian Kredit
Di negara – negara berkembang penduduk miskin menggunakan tenaganya untuk memperoleh penghasilan, sedangkan penduduk yang kaya memperoleh penghasilan dari laba atas investasi yang ditanamkannya. Maka dari itu, pemerintah berupaya untuk memberikan kredit kepada penduduk miskin agar melakukan investasi, seperti pembelian alat pertanian modern, pembelian bibit unggul, menyekolahkan anak – anak mereka. Beberapa program pemberian kredit yang berhasil di Indonesia, antara lain Badan Kredit Kecamatan dan Kupedes untuk para pengusaha kecil di Indonesia.
3.      Pendidikan dan Training
Pendidikan dan training serta bentuk pelatihan – pelatihan sumber daya manusia merupakan aliran pendapatan sepanjang waktu. Pemberian pendidikan dasar gratis merupakan jalan utama untuk mendistribusikan kembali sumber daya manusia bagi penduduk miskin.
4.      Program Perluasan Kerja
Banyaknya pengangguran di negara berkembang menyebabkan tidak meratanya distribusi pendapatan. Untuk itu pemerintag berupaya mengatasinya dengan mendirikan industry padat karya di sektor industry.
5.      Perbaikan Pelayanan Kesehatan dan Gizi
Kondisi badan yang tidak sehat akan mempengaruhi efektivitas para pekerja. Menurunya efektivitas kerja menyebabkan pendapatan menurun. Maka untuk meningkatkan pendapatan penduduknya, terutama penduduk miskin, pemerintah memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik serta pemberian pelayanan gizi yang lebih baik serta memberikan pengarahan akan gizi yang baik. Dengan adanya program – program tersebut diharapkan penduduk sehat dan dapat bekerja seefektif mungkin, sehingga penghasilannya bertambah.
6.      Riset dan Teknologi
Pemanfaatan riset dan teknologi dalam upaya mengurangi kemiskinan tampak pada bidang pertanian seperti pengenalan varitas gandum dan padi unggul.
7.      Pajak
Beberapa perhitungan pajak dapat memeratakan distribusi pendapatan, contohnya pajak pendapatan progresif.
8.      Tekanan Pada Kelompok Target
Salah satu strategi untuk mengentaskan penduduk dari kemiskinan adalah dengan perang yang terintegrasi terhadap kemiskinan dengan membuka lapangan kerja dan menumbuhkan jiwa – jiwa kewirausahaan kepada masyarakat.

No comments:

Post a Comment