A. Masalah
– Masalah Pembangunan di Negara Berkembang
1.
Kemiskinan
Berdasarkan data Badan
Pusat Statistik (BPS) September 2015 jumlah penduduk miskin di indonesia
bertambah menjadi sebanyak 28,59 juta orang, atau 11,22 persen dari jumlah
penduduk Indonesia.
Dengan begitu,
dibandingkan September 2014 di mana terdapat penduduk miskin sebanyak 27,73
juta orang atau 10,96 persen dari total jumlah penduduk, berarti terjadi
kenaikan jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 860.000 orang.
2.
Pengangguran
Kepala BPS Suryamin
mengatakan jumlah pengangguran pada Februari 2015 mengalami peningkatan
dibandingkan dengan Agustus 2014 sebanyak 210 ribu jiwa. Sementara jika
dibandingkan dengan Februari tahun lalu bertambah 300 ribu jiwa.
3.
Tingkat
inflasi yang tinggi
Inflasi merupakan
kenaikan harga secara terus menerus dan berlaku secara umum. Tingkat inflasi di
Indonesia masih tergolong tinggi. adanya tingkat inflasi yang tinggi tersebut
dapat membuat perekonomian di Indonesia menjadi tidak stabil.
4.
Ketimpangan
pendapatan
Ketimpangan pendapatan merupakan kesenjangan pendapatan yang terjadi di
suatu negara. di negara Indonesia tingkat ketimpangan pendapatan masih tinggi
5.
Kerusakan
sumber daya alam
Salah satu masalah yang
berhubungan dengan lingkungan adalah rusaknya sumber daya alam. Kerusakan
sumber daya tersebut dikarenakan aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh pabrik –
pabrik besar yang melakukan proses intensifikasi usahanya dengan memperluas
lahan produksi tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan alam.
B. Kebijakan untuk Mengatasi Masalah Pembangunan
1.
Kebijakan
Kontrol Populasi
Untuk mengatasi masalah pertumbuhan penduduk
yang semakin tinggi, pemerintah melaksanakan program – program perencanaan
keluarga dan mendorong para wanita untuk mengurangi tingkat fertilitas dan
pertumbuhan populasi.
2.
Pemberian
Kredit
Di negara – negara berkembang penduduk miskin
menggunakan tenaganya untuk memperoleh penghasilan, sedangkan penduduk yang
kaya memperoleh penghasilan dari laba atas investasi yang ditanamkannya. Maka
dari itu, pemerintah berupaya untuk memberikan kredit kepada penduduk miskin
agar melakukan investasi, seperti pembelian alat pertanian modern, pembelian
bibit unggul, menyekolahkan anak – anak mereka. Beberapa program pemberian
kredit yang berhasil di Indonesia, antara lain Badan Kredit Kecamatan dan
Kupedes untuk para pengusaha kecil di Indonesia.
3.
Pendidikan
dan Training
Pendidikan dan training serta bentuk
pelatihan – pelatihan sumber daya manusia merupakan aliran pendapatan sepanjang
waktu. Pemberian pendidikan dasar gratis merupakan jalan utama untuk
mendistribusikan kembali sumber daya manusia bagi penduduk miskin.
4.
Program
Perluasan Kerja
Banyaknya pengangguran di negara berkembang
menyebabkan tidak meratanya distribusi pendapatan. Untuk itu pemerintag
berupaya mengatasinya dengan mendirikan industry padat karya di sektor
industry.
5.
Perbaikan
Pelayanan Kesehatan dan Gizi
Kondisi badan yang tidak sehat akan
mempengaruhi efektivitas para pekerja. Menurunya efektivitas kerja menyebabkan
pendapatan menurun. Maka untuk meningkatkan pendapatan penduduknya, terutama
penduduk miskin, pemerintah memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik
serta pemberian pelayanan gizi yang lebih baik serta memberikan pengarahan akan
gizi yang baik. Dengan adanya program – program tersebut diharapkan penduduk
sehat dan dapat bekerja seefektif mungkin, sehingga penghasilannya bertambah.
6.
Riset
dan Teknologi
Pemanfaatan riset dan teknologi dalam upaya
mengurangi kemiskinan tampak pada bidang pertanian seperti pengenalan varitas
gandum dan padi unggul.
7.
Pajak
Beberapa perhitungan pajak dapat memeratakan
distribusi pendapatan, contohnya pajak pendapatan progresif.
8.
Tekanan
Pada Kelompok Target
Salah satu strategi untuk mengentaskan penduduk dari
kemiskinan adalah dengan perang yang terintegrasi terhadap kemiskinan dengan
membuka lapangan kerja dan menumbuhkan jiwa – jiwa kewirausahaan kepada
masyarakat.
No comments:
Post a Comment