Misterius adalah kata yang
paling tepat kiranya ketika mengungkapkan cerita ini.. ini merupakan
pengalaman pribadiku sewaktu semester 4 dulu. Tidak menyeramkan tetapi
agak mengherankan.. tidak menakutkan tetapi bikin penasaran..
Berikut ceritanya.. J
Sore itu… aku melakukan aktivitas seperti biasa,.. kuliah.. setelah pulang kuliah ngerjain tugas,.. dan malamnya aku ngelesin, tak ada yang aneh.. semua berjalan seperti biasa..
Mungkin karena lelah,.. begitu pulang les langsung istirahat.. tak sanggup untuk menyentuh tugas lagi.. walau otak ini masih ingin terus berpikir.. dan hati ini masih ingin terus menyelesaikan tanggungan tetapi fisikku tak kuat.. aku perlu istirahat.., biar nanti tugas ku selesaikan habis solat qiyamul lail #pikirku waktu itu..
Dini hari ku terbangun… ketika ku terbangun aku ingin bangun dengan sendirinya.. tak ingin menggunakan semacam alat bantu seperti alarm, jam beker atau semacamnya.. kenapa? Karena ketika niat kita sudah kuat dan bener – bener niat untuk melakukan amalan – amalan seperti itu maka kita akan bangun dengan sendirinya.. karena hati kita sendiri lah yang berfungsi sebagai alarm alami..
Lalu bagaimana ketika kita ingin menjalankan amalan – amalan sunah tetapi kita susah bangun? Itu pasti niat kalian belum sungguh – sungguh karena itu Allah tidak membangunkan mu pada saat yang kamu inginkan #berdasarkan pengalaman pribadi sih seperti itu hehe
Oke kita lanjut ke cerita awal ya..
Malam itu aku terbangun lebih awal.. biasanya aku bangun jam 03.45 sholat sebentar lalu nunggu subuh setelah itu tidur sebentar sebelum berangkat kuliah. Tetapi pada malam itu berbeda, aku terbangun jam 03.00. karena menunggu waktu subuh yang masih terlalu lama aku ketiduran..
Dan tak ada angin tak ada hujan.. tiba – tiba kamar kosku di ketok – ketok selama 3x dengan keras dan lantangnya.. sampai – sampai aku terbangun karena saking kagetnya.
Berkali – kali aku ceritakan hal ini pada teman – temanku.. dan semua jawaban mereka rata – rata sama yaitu
“ah paling teman kosmu may”
“ah mungkin cuma halusinasimu aja may”
Tapi aku yakin bukan keduanya. Karena aku yang merasakan sendiri..
Aku tau betul jam – jam sepagi itu,.. Cuma aku yang baru bangun di kos.. belum ada satu teman ku yang terbangun jam – jam segitu.. biasanya kalaupun sudah ada yang bangun pasti lampu kamar kosnya menyala.. tetapi pada saat itu tidak ada satu kamarpun yang menyala..
Dan aku yakin.. itu bukan halusinasi.. tapi itu nyata.. buktinya aku sampai terbangun terkaget – kaget..
Semua jawaban yang tidak memuaskan membuatku sedikit melupakan pengalaman itu..
Tapi, sewaktu aku bertemu dengan kakak tingkatku yang ilmu agamanya sudah tinggi aku menanyakan “Siapa yang mengetuk kamarku waktu itu?” kenapa tidak bersuara..? kenapa mengetuk pada jam – jam seperti itu? Kenapa tak ada orang setelah ku buka kamar kosku?
Dan jawaban dari kakak tingkatku cukup mencengangkan..
“kamu tahu ga dek,.. setiap manusia setiap orang itu pasti ada yang menjaga”
Dengan polos dan lugunya aku menjawab “siapa yang menjaga itu mba?”
Dengan sabar mba itu menjawab “setiap manusia pasti ada malaikat yang menjaganya.. dan tahu gak,.. setiap orang itu punya kembaran di akhirat sana”
“kembaran?” kok bisa kembar mba?
“kembaran yang ada di akhirat itu amalan kita di dunia.. bila kita melakukan amalan – amalan semakin banyak semakin banyak maka kembaran kita bersinar.. sebesar amalan kita di dunia”
Sebenarnya masih bingung apa hubungan antara yang mengetuk pintu kamarku dengan kembaran dan malaikat penjaga -.- tapi aku berusaha untuk menganalisis sendiri.. dan ternyata BINGOOOO !!!
Aku menemukan jawabannya..
Ya.. bila ditarik dari penjelasan kakak tingkat tersebut menginsyaratkan bahwa yang mengetuk kamarku pada saat itu adalah bukan manusia.. ya 100% yakin bukan manusia.. kenapa? Karena kalau dia manusia pasti ketika aku buka pintu pasti ada orangnya.. tujuan dia mengetuk pintu kosku adalah untuk membangunkan ku karena aku ketiduran menunggu waktu subuh.. ya.. dia menjagaku mengingatkan ku akan waktu subuh..
Malam hari setelah kejadian itu.. aku berdoa kepada Allah “Ya Allah tolong bangunkan ku pada saat aku ketiduran.. tapi ya Allah kalo mbangunin jangan dengan cara kemarin ya.. aku mohon.. aku takut L”
Ya begitulah.. doaku pada saat itu.. sebenarnya agak sedikit merinding.. tapi agak sedikit senang juga karena ada yang sudah peduli.. tapi agak sedikit menakutkan juga.. ah.. semua itu bercampur aduk menjadi satu
Tetapi dari sekian banyak ungkapan pada cerita ini, aku ingin berterimakasih kepada “dia” yang telah mengingatkanku, semoga Allah memberkahi dan merahmatimu selalu..
Berikut ceritanya.. J
Sore itu… aku melakukan aktivitas seperti biasa,.. kuliah.. setelah pulang kuliah ngerjain tugas,.. dan malamnya aku ngelesin, tak ada yang aneh.. semua berjalan seperti biasa..
Mungkin karena lelah,.. begitu pulang les langsung istirahat.. tak sanggup untuk menyentuh tugas lagi.. walau otak ini masih ingin terus berpikir.. dan hati ini masih ingin terus menyelesaikan tanggungan tetapi fisikku tak kuat.. aku perlu istirahat.., biar nanti tugas ku selesaikan habis solat qiyamul lail #pikirku waktu itu..
Dini hari ku terbangun… ketika ku terbangun aku ingin bangun dengan sendirinya.. tak ingin menggunakan semacam alat bantu seperti alarm, jam beker atau semacamnya.. kenapa? Karena ketika niat kita sudah kuat dan bener – bener niat untuk melakukan amalan – amalan seperti itu maka kita akan bangun dengan sendirinya.. karena hati kita sendiri lah yang berfungsi sebagai alarm alami..
Lalu bagaimana ketika kita ingin menjalankan amalan – amalan sunah tetapi kita susah bangun? Itu pasti niat kalian belum sungguh – sungguh karena itu Allah tidak membangunkan mu pada saat yang kamu inginkan #berdasarkan pengalaman pribadi sih seperti itu hehe
Oke kita lanjut ke cerita awal ya..
Malam itu aku terbangun lebih awal.. biasanya aku bangun jam 03.45 sholat sebentar lalu nunggu subuh setelah itu tidur sebentar sebelum berangkat kuliah. Tetapi pada malam itu berbeda, aku terbangun jam 03.00. karena menunggu waktu subuh yang masih terlalu lama aku ketiduran..
Dan tak ada angin tak ada hujan.. tiba – tiba kamar kosku di ketok – ketok selama 3x dengan keras dan lantangnya.. sampai – sampai aku terbangun karena saking kagetnya.
Berkali – kali aku ceritakan hal ini pada teman – temanku.. dan semua jawaban mereka rata – rata sama yaitu
“ah paling teman kosmu may”
“ah mungkin cuma halusinasimu aja may”
Tapi aku yakin bukan keduanya. Karena aku yang merasakan sendiri..
Aku tau betul jam – jam sepagi itu,.. Cuma aku yang baru bangun di kos.. belum ada satu teman ku yang terbangun jam – jam segitu.. biasanya kalaupun sudah ada yang bangun pasti lampu kamar kosnya menyala.. tetapi pada saat itu tidak ada satu kamarpun yang menyala..
Dan aku yakin.. itu bukan halusinasi.. tapi itu nyata.. buktinya aku sampai terbangun terkaget – kaget..
Semua jawaban yang tidak memuaskan membuatku sedikit melupakan pengalaman itu..
Tapi, sewaktu aku bertemu dengan kakak tingkatku yang ilmu agamanya sudah tinggi aku menanyakan “Siapa yang mengetuk kamarku waktu itu?” kenapa tidak bersuara..? kenapa mengetuk pada jam – jam seperti itu? Kenapa tak ada orang setelah ku buka kamar kosku?
Dan jawaban dari kakak tingkatku cukup mencengangkan..
“kamu tahu ga dek,.. setiap manusia setiap orang itu pasti ada yang menjaga”
Dengan polos dan lugunya aku menjawab “siapa yang menjaga itu mba?”
Dengan sabar mba itu menjawab “setiap manusia pasti ada malaikat yang menjaganya.. dan tahu gak,.. setiap orang itu punya kembaran di akhirat sana”
“kembaran?” kok bisa kembar mba?
“kembaran yang ada di akhirat itu amalan kita di dunia.. bila kita melakukan amalan – amalan semakin banyak semakin banyak maka kembaran kita bersinar.. sebesar amalan kita di dunia”
Sebenarnya masih bingung apa hubungan antara yang mengetuk pintu kamarku dengan kembaran dan malaikat penjaga -.- tapi aku berusaha untuk menganalisis sendiri.. dan ternyata BINGOOOO !!!
Aku menemukan jawabannya..
Ya.. bila ditarik dari penjelasan kakak tingkat tersebut menginsyaratkan bahwa yang mengetuk kamarku pada saat itu adalah bukan manusia.. ya 100% yakin bukan manusia.. kenapa? Karena kalau dia manusia pasti ketika aku buka pintu pasti ada orangnya.. tujuan dia mengetuk pintu kosku adalah untuk membangunkan ku karena aku ketiduran menunggu waktu subuh.. ya.. dia menjagaku mengingatkan ku akan waktu subuh..
Malam hari setelah kejadian itu.. aku berdoa kepada Allah “Ya Allah tolong bangunkan ku pada saat aku ketiduran.. tapi ya Allah kalo mbangunin jangan dengan cara kemarin ya.. aku mohon.. aku takut L”
Ya begitulah.. doaku pada saat itu.. sebenarnya agak sedikit merinding.. tapi agak sedikit senang juga karena ada yang sudah peduli.. tapi agak sedikit menakutkan juga.. ah.. semua itu bercampur aduk menjadi satu
Tetapi dari sekian banyak ungkapan pada cerita ini, aku ingin berterimakasih kepada “dia” yang telah mengingatkanku, semoga Allah memberkahi dan merahmatimu selalu..
No comments:
Post a Comment